Thursday, 2 October 2014

Sponge Cake Pisang Keju



Tidak seperti sponge pada umum yang kadang terasa seret, sponge cake pisang ini lembut tapi tidak padat. Meski jumlah pisang yang digunakan cukup banyak cake ini tidak lembab dan tetap kokoh.


Paduan pisang dan keju ketika dioven, mmmm.., harumnya menyebar seantero Puri Asri (mungkin ada yang bertanya, siapa yang bikin cake jam 3 subuh ya?). Hujan turun, ditemani secangkir matcha green tea hangat, inilah Me Time, disaat anak-anak dan suami tertidur. Me Timenya Ibu Hanif adalah nge blog, nge ngadon kue (bukannya ke spa ya hehehe….).

Resep ini adalah hasil modifikasi dari sponge cake pandan juga. Ok, berminat merasakan cake pisang keju ini, berikut resepnya.


Bahan:

4 butir telur
200 gr gula pasir
20 gr susu kental manis (SKM)
10 gr susu bubuk full cream
½ sdt vanilla bubuk

200 gr terigu protein sedang
½ sdt baking powder double acting (BPDA)
½ st baking soda (BS)
400 gr pisang raja/ambon, lumatkan
100 gr keju cheddar, parut kasar

80 gr butter, lelehkan

Cara membuat:

Siapkan Loyang chiffon diameter 22 cm. Ayak bahan kering (terigu, BPDA, dan BS), sisihkan. Panaskan oven pada suhu 160*C. Mixer dengan kecepatan tinggi telur, gula, SKM, susu bubuk, dan vanilla bubuk higga kental (lebih kurang 20 menit), kurangi kecepatan, lalu mixer selama 5 menit untuk mengurangi udara berlebih.

Kemudian masukkan campuran terigu yang telah diayak secara bertahap yang diselingi dengan pisang dan keju parut. Terakhir, masukkan butter leleh. Salin adonan dalam Loyang chiffon lalu beri di atasnya parutan keju, taruh Loyang ini di atas Loyang kue kering agar jika ada lelehan adonan yang merembes tidak jauh ke dasar oven. Panggang adonan selama satu jam atau lebih. Keluarkan cake dari oven dan segera balik Loyang chiffon. Biarkan dingin. Setelah dingin keluarkan cake dari Loyang dengan cara mengikis bagian pinggir dengan pisau secara perlahan, setelah itu tarik bagian tengah Loyang untuk lepas sisi bagian bawah dari cake. Untuk melepaskan bagian dasar cake dari cetakan kikis juga pinggiran bawah cake secara perlahan, lalu taruh ke rak kue dan balik sekali lagi ke piring saji.

6 comments:

Desi Rita Susanti Harahap said...

Mba, yg cairnya cuma butter sama susu ketal manis. Jadi cuma 100ml. Apa g kering mba nanti hasilnya?
Soalnya biasanya saya coba resep mba bahan cairnya 200ml gitu.
Oh iya klo misalnya g dibalik gimana ya mba. Soalnya aku pake loyang bulat bukan tulban. Pernah saya balik malah hancur mba karna masih rapus sekali. Maaf ya mba bayak nanya.

Naila hari said...

Hai Mbak Desi

Iya karena pisang sudah menyumbangkan kelembapan, mbak. jadi hasilnya tetap lembut.

Oh, maksudnya dijungkir dulu loyangnya sampai cake dingin di dalam loyang chiffon agar cake tidak menciut, karena pemanggangannya mengunakan teknik chiffon dan loyangnya juga loyang chiffon (bukan loyang tulban dan loyang tidak diolesi margarin dan tepung), mbak.

Teknik chiffon cake ini saya gunakan untuk menyiasati agar cake tidak susut setelah dingin, karena saya sering over mixing saat mengaduk gula+telur.

Oke, semoga jawabannya memuaskan ya mbak .. :)

Desi Rita Susanti Harahap said...

Mba, untuk mensiasati cakenya bisa g mba baking powdernya jd 1st terus butternya di ganti minyak sayur 100ml. Kira2 g,n ya mba bayangan tastenya...

Naila hari said...

Untuk mengetahui hasilnya, ada baiknya dicoba mbak, teorinya baking powder bisa membantu cake lebih kokoh, dan kalo butter digantikan minyak menutut saya tidak masalah, hanya saja butter memberikan rasa dan aroma yang khas mbak.. :)

Eka Rajulati said...

Akhir nya aku nemu resep banana cake yg tekstur nya suka banget sudah banyak coba resep banana cake ini yg paling pas.. Terima kasih banyak resep nya ya..

Naila hari said...

Hai mbak Eka...
Terimakasih.., senang mengetahuinya mbak. Semoga bermanfaatnya oret-oret Ibu Hanif ini...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...