Wednesday, 1 October 2014

Chiffon Sponge Cake Marmer Lembut: SKM sebagai Emulsifier



Hei hooo…, sudah lama nga mengisi blog, kecepatan membuat cake melampaui kecepatanku mengentri hasil riset (jiahh.., riset gitu lo), sehingga banyak ide yang masih belum tertuang dalam bentuk tulisan. Kali ini aku masih bicara tentang penggunaan susu kental manis (SKM) sebagai emulsifier. Akhirnya, berhasil, berhasil... dari beberapa kali uji coba tentunya.

Hasil dari eksperimen ini adalah cake marmer yang enak, harum susu, dan lembut sekali. Setelah dingin dan  dicoba, rasanya lembut bagai kapas, mirip tekstur cotton cake tapi tidak lembab. Cake ini aku modifikasi dari resep sponge cake pandan, dan merupakan jawaban dari rasa penasaran terhadap analisaku bahwa SKM dapat dijadikan emulsifier untuk adonan yang mengunakan telur utuh.

Sebelumnya sempat berfikir bahwa SKM bisa digunakan untuk emulsifier putih telur (memixer putih telur+gula+SKM), 30 menit telah berlalu tapi tak kunjung terbentuk adonan yang soft peak, si mixer  udah minta ampun sampai mengeluarkan bau mesin yang memanas. Akhirnya agar adonan nga terbuang terpaksa minta bantuan agen baking powder double acting, Alhamdulillah tetap jadi cake dan enak.



Nga kapok, hipotesa bergeser sedikit, SKM dapat dijadikan emulsifier untuk telur utuh. Aku hanya mengunakan 3/5 bagian resep, dengan perasaan was-was adonan telur, gula, SKM, dan susu full cream itu mengembang dan sangat kental. Entah karena adonan terlalu lama diaduk, atau temperature yang terlalu tinggi adonan yang sangat mengembang di oven itu ketika bebarapa saat keluar oven menciut, tapi cake ini tetap enak.
 
Adonan cake kental dan mengembang
 

Sampai di sini hipotesaku terbukti benar, SKM bisa dijadikan emulsifier. Tapi hasilnya masih belum sempurna. Percobaan berikutnya, agar adonan tidak turun, aku mengunakan teknik chiffon cake pada saat memanggang. Mengunakan Loyang chiffon dan temperature diset 160*C dan dipanggang hingga permukaan cake kuning keemasan. Cake dibalik segera setelah keluar dari oven. Alhamdulillah cake tidak menciut. Jadi bisa dikatakan ini adalah chiffon sponge cake. 

Oh iya, fotonya bagus nga, sedikit cerita. Foto cake ini diambil dengan effort yang besar. Karena sepanjang hari hujan nga berhenti, akhirnya aku pakai studio mini dadakan. Bermodal sebuah bola lampu yang dipasang ke kabel listrik, dan acap kali bola lampu ini jatuh dan cake ini sempat ketimpuk bola lampu yang disangga di atas kardus. Baiklah, segitu dulu curhatnya, ini resepnya jika ada yang berminat, silakan dicoba ya...



Bahan

3 butir telur ukuran sedang
40 susu kental manis (SKM)
20 gr susu bubuk full cream
80 gr gula pasir

10 gr tepung maizena
90 gr terigu protein sedang (missal segitiga biru)

100 ml minyak goreng
0.5 sdt mayones
2 tetes esen moka

Cara Membuat

Siapkan Loyang chiffon diameter 20 cm. Panaskan oven pada suhu 160*C. Mixer dengan kecepatan tinggi: telur, gula, SKM, susu bubuk, higga kental (lebih kurang 20 menit), kurangi kecepatan, lalu mixer selama 5 menit untuk mengurangi udara berlebih.

Kemudian masukkan campuran terigu yang telah diayak bersama mizena secara bertahap. Terakhir, masukkan minyak goreng. Ambill sekitar 200 ml adonan dan beri esen moka. Salin adonan putih ke Loyang chiffon lalu timpa dengan adonan moka, coret-coret dengna tusuk gigi agar membentuk motif marble. Taruh Loyang ini di atas Loyang kue kering agar jika ada lelehan adonan yang merembes tidak jauh ke dasar oven. Panggang adonan selama 40 menit atau lebih.

Keluarkan cake dari oven dan segera balik Loyang chiffon. Biarkan dingin. Setelah dingin keluarkan cake dari Loyang dengan cara mengikis bagian pinggir dengan pisau secara perlahan, setelah itu Tarik bagian tengah Loyang untuk lepas sisi bagian bawah dari cake. Untuk melepaskan bagian dasar cake dari cetakan kikis juga pinggiran bawah cake secara perlahan, lalu taruh ke rak kue dan balikan ke piring saji. Dan hap langsung dimakan, eit Bismillah dulu, nyammm, enak….

3 comments:

Umi Wulan said...

lagi cari resep sponge cake sesuai impian, enak tapi nggak perlu berkilo-kilo telur(apalagi skrg lagi mahal). eh nemu blog ini. seneng banget, apalagi baca cerita-cerita seputar perjuangan dg berbagai percobaannya. salut banget mbak, saya sampai baca berulang-ulang kali. makasih bgt udah berbagi ilmu dan pengalaman. saya akan coba, smoga hasilnya bisa sesuai harapan saya. (soalnya si suami suka ngemil, si anak pilih2, maunya mgemil kalo cake atau roti2an-nya yg bikin ibunya sendiri, udah sering dbelikn dr bakery2 terkenal di kota kami ttp nggak disentuh, katanya nggak enak, jadi semakin tertantang bikin sendiri). sekali lg terimakasih ya mbak...

Naila hari said...

Hai Umi Wulan. Maaf pesannya terlewatkan..., terimakasih sudah mampir di journal ibu hanif. Hahaha, ia mbak saya jalani aja suka duka belajar nge baking nya. Alhamdulillah sekarang udah lebih mahir, semoga menginspirasi ya mbak. Amin, semoga Mbak juga bisa menyajikan kue buatan sendiri yang pastinya beda banget dari kue yang dibeli di pasar karena buatnya dari hati dan cinta kasih untuk keluarga. Kembali kasih mbak....



margaretha budi susanti said...

mba Naila kenapa bikin sponge cake harus pakai loyang sifon
apa ga bs pake loyang bongkar pasang biasa??

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...