Hei hooo…, sudah lama nga mengisi blog, kecepatan membuat cake melampaui
kecepatanku mengentri hasil riset (jiahh.., riset gitu lo), sehingga banyak ide
yang masih belum tertuang dalam bentuk tulisan. Kali ini aku masih bicara
tentang penggunaan susu kental manis (SKM) sebagai emulsifier. Akhirnya, berhasil, berhasil... dari beberapa kali uji coba tentunya.
Hasil dari eksperimen ini adalah cake marmer yang enak, harum susu,
dan lembut sekali. Setelah dingin dan dicoba,
rasanya lembut bagai kapas, mirip tekstur cotton cake tapi tidak lembab. Cake
ini aku modifikasi dari resep sponge cake pandan, dan merupakan jawaban dari
rasa penasaran terhadap analisaku bahwa SKM dapat dijadikan
emulsifier untuk adonan yang mengunakan telur utuh.
Sebelumnya sempat berfikir bahwa SKM bisa digunakan untuk emulsifier
putih telur (memixer putih telur+gula+SKM), 30 menit telah berlalu tapi tak kunjung
terbentuk adonan yang soft peak, si mixer udah minta ampun
sampai mengeluarkan bau mesin yang memanas. Akhirnya agar adonan nga terbuang
terpaksa minta bantuan agen baking powder double acting, Alhamdulillah tetap
jadi cake dan enak.
Nga kapok, hipotesa bergeser sedikit, SKM dapat dijadikan emulsifier
untuk telur utuh. Aku hanya mengunakan 3/5 bagian resep, dengan perasaan
was-was adonan telur, gula, SKM, dan susu full cream itu mengembang dan sangat
kental. Entah karena adonan terlalu lama diaduk, atau temperature yang terlalu
tinggi adonan yang sangat mengembang di oven itu ketika bebarapa saat keluar
oven menciut, tapi cake ini tetap enak.
Adonan cake kental dan mengembang |
Sampai di sini hipotesaku terbukti benar, SKM bisa dijadikan emulsifier. Tapi
hasilnya masih belum sempurna. Percobaan berikutnya, agar adonan tidak turun,
aku mengunakan teknik chiffon cake pada saat memanggang. Mengunakan Loyang chiffon
dan temperature diset 160*C dan dipanggang hingga permukaan cake kuning
keemasan. Cake dibalik segera setelah keluar dari oven. Alhamdulillah cake
tidak menciut. Jadi bisa dikatakan ini adalah chiffon sponge cake.
Oh iya, fotonya bagus nga, sedikit cerita. Foto cake ini diambil dengan effort yang besar. Karena sepanjang hari hujan nga berhenti, akhirnya aku pakai studio mini dadakan. Bermodal sebuah bola lampu yang dipasang ke kabel listrik, dan acap kali bola lampu ini jatuh dan cake ini sempat ketimpuk bola lampu yang disangga di atas kardus. Baiklah, segitu dulu curhatnya, ini resepnya jika ada yang berminat, silakan dicoba ya...
Oh iya, fotonya bagus nga, sedikit cerita. Foto cake ini diambil dengan effort yang besar. Karena sepanjang hari hujan nga berhenti, akhirnya aku pakai studio mini dadakan. Bermodal sebuah bola lampu yang dipasang ke kabel listrik, dan acap kali bola lampu ini jatuh dan cake ini sempat ketimpuk bola lampu yang disangga di atas kardus. Baiklah, segitu dulu curhatnya, ini resepnya jika ada yang berminat, silakan dicoba ya...
Bahan
3 butir telur ukuran
sedang
40 susu kental manis
(SKM)
20 gr susu bubuk full
cream
80 gr gula pasir
10 gr tepung maizena
90 gr terigu protein
sedang (missal segitiga biru)
100 ml minyak goreng
0.5 sdt mayones
2 tetes esen moka
Cara Membuat
Siapkan Loyang chiffon
diameter 20 cm. Panaskan oven pada suhu 160*C. Mixer dengan kecepatan tinggi:
telur, gula, SKM, susu bubuk, higga kental (lebih kurang 20 menit), kurangi
kecepatan, lalu mixer selama 5 menit untuk mengurangi udara berlebih.
Kemudian masukkan
campuran terigu yang telah diayak bersama mizena secara bertahap. Terakhir,
masukkan minyak goreng. Ambill sekitar 200 ml adonan dan beri esen moka. Salin
adonan putih ke Loyang chiffon lalu timpa dengan adonan moka, coret-coret
dengna tusuk gigi agar membentuk motif marble. Taruh Loyang ini di atas Loyang
kue kering agar jika ada lelehan adonan yang merembes tidak jauh ke dasar oven.
Panggang adonan selama 40 menit atau lebih.
Keluarkan cake dari
oven dan segera balik Loyang chiffon. Biarkan dingin. Setelah dingin keluarkan
cake dari Loyang dengan cara mengikis bagian pinggir dengan pisau secara
perlahan, setelah itu Tarik bagian tengah Loyang untuk lepas sisi bagian bawah
dari cake. Untuk melepaskan bagian dasar cake dari cetakan kikis juga pinggiran
bawah cake secara perlahan, lalu taruh ke rak kue dan balikan ke piring saji. Dan
hap langsung dimakan, eit Bismillah dulu, nyammm, enak….
5 comments:
lagi cari resep sponge cake sesuai impian, enak tapi nggak perlu berkilo-kilo telur(apalagi skrg lagi mahal). eh nemu blog ini. seneng banget, apalagi baca cerita-cerita seputar perjuangan dg berbagai percobaannya. salut banget mbak, saya sampai baca berulang-ulang kali. makasih bgt udah berbagi ilmu dan pengalaman. saya akan coba, smoga hasilnya bisa sesuai harapan saya. (soalnya si suami suka ngemil, si anak pilih2, maunya mgemil kalo cake atau roti2an-nya yg bikin ibunya sendiri, udah sering dbelikn dr bakery2 terkenal di kota kami ttp nggak disentuh, katanya nggak enak, jadi semakin tertantang bikin sendiri). sekali lg terimakasih ya mbak...
Hai Umi Wulan. Maaf pesannya terlewatkan..., terimakasih sudah mampir di journal ibu hanif. Hahaha, ia mbak saya jalani aja suka duka belajar nge baking nya. Alhamdulillah sekarang udah lebih mahir, semoga menginspirasi ya mbak. Amin, semoga Mbak juga bisa menyajikan kue buatan sendiri yang pastinya beda banget dari kue yang dibeli di pasar karena buatnya dari hati dan cinta kasih untuk keluarga. Kembali kasih mbak....
mba Naila kenapa bikin sponge cake harus pakai loyang sifon
apa ga bs pake loyang bongkar pasang biasa??
Hai mba.. salam kenal..
Bisa mba.. saya pingin eksperimen aja dengan resep sponge tapi pakai loyang chiffon..., pingin tahu efeknya pada tinggi cakenya.., blog ini lebih ke eksperimen lepas saya di dunia baking..
Salam mba..
Nyimak,,, maaf pemula mohon bimbingn nya🥰in
Post a Comment