Monday, 11 March 2013

Butter Cake Pisang Terenak



Judulnya mungkin terkesan subjektif banget. Memang, karena dari sekian banyak resep cake pisang yang telah aku coba, resep cake pisang inilah yang paling cocok dan paling enak menurut ku dan menurut keluargaku. Mereka selalu minta dibuatin cake pisang ini. Tapi bukan berarti cake pisang yang lain nga enak.

Cake pisang dalam cup sudah pernah ku buat dan hasilnya membentuk kubah yang cantik rasanya enak dan agak padat. Berbeda dengan butter cake pisang ini yang rasanya lembut dan nga begitu padat. Sepertinya komposisi bahan butter cake pisang ini sudah seimbang, sehingga dihasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang legit.




Dulu aku sempat khawatir nga bakal pernah lagi nyicipi cake pisang ini lagi, karena buku resepnya hilang. Saat pindah rumah aku nga ingat nyimpan buku resepnya ntah dimana. Untungnya buku ini ketemu lagi dan keesokannya langsung aku filekan komposisi bahannya.

Sangking gembiranya, saat itu aku langsung peluk-peluk*lebay ya,,. Tapi kadang begitulah sesuatu baru serasa berharga ketika kita kehilangan, termasuk buku ini. Dulu habis lihat resep di buku ini bukunya aku taruh sembarangan.

Buku itu udah bulukkan, kucel, dan udah kehilangan cover, jadi aku nga tau ini buku karangan siapa, tapi seingatku ini adalah kumpulan resep Majalah Nova.


Resepnya sedikit aku medifikasi dan hanya aku gunakan 2/5 dari adonan di buku resep ini. Ini resepnya:


Bahan:

250 gr mentega (aku: 120 gr margarine)
150 gr gula pasir halus (aku: 60 gr gula pasir)
5 butir telur (aku: 2 butir telur, pisahkan puith dan kuningnya)
300 gr pisang ambon, haluskan (aku: 160 gr pisang ambon)
2 sendok makan wijen hitam (aku: 1sendok makan wijen hitam)
200 gr terigu (aku: 90 gr terigu protein sedang)
Aku: sejumput vanili bubuk

Cara membuat versi aku:

Olesi loyang elips (dim panjangnya 20 cm dan dim pendek 10 cm) dengan margarine lalu taburi terigu, sisihkan. Panaskan oven dengan api sedang. Kocok putih telur dengan seluruh gula hingga putih telur mengembang dan putih mengkilat (cukup kaku, tidak sampai soft peak), sisihkan. Kocok margarine sekitar 5 menit, masukkan telur satu persatu lalu kocok hingga mengembang, sekitar 10 menit. Kemudian masukkan pisang yang telah dilumatkan, aduk dengan mixer, lalu masukkan dalam dua tahapan terigu, aduk dengan mixer kecepatan rendah sebentar saja. Kemudian masukkan kocokan putih telur ke adonan margarine, lalu dengan mixer sebentar dengan kesepatan rendah, cukup dalam hitungan detik saja, jika terlalu lama daya emulsi adona akan rusak dan putih telur akan mencair. Lalu aduk bali perlahan dengan spatula, masukkan adonan ke loyang dan oven hingga matang.

Hasil modifikasi ini ternyata tidak mengecewakan, nga jauh beda enaknya dari resep asli hanya saja yang ini lebih lembut karena aku melebihkan sedikit pisangnya. Benar-benar enak, lembut, dan manisnya pas. Saat mengetik ini udah hampir separuhnya aku lahap*perut karet hehhe*.

4 comments:

A.L.M. said...

Hi, I'm Ana from Fooduel.com. It is a site in which users vote recipes
from 1 to 10.

There is a ranking of the best recipes and a profile with your voted recipes. Each recipe has a link to the blog which belongs the recipe. This way you will get traffic to your blog.

It's easy, fast and fun. The best Photo recipes will be here.

I invite you to enter, add your blog and upload a recipe with a nice photo.

You are able to see your stats:

-Number of visits to your blog from Fooduel.com.
-Number of votes received every day
-Number of votes received by each category
-Number of votes for each grade (1-10)
-Number of votes for each recipe.

Look this example of one profile stats: http://fooduel.com/stats1.png

We would love that you participate with some recipe.Look Amazing!

Regards

http://www.Fooduel.com

Sabariah Achmad Lanna said...

Emg beneran enak mb...aku ud nyobain kmaren...dsarx aku tata pisang yg dipotong tipis trus ak pkein keju u/ toppingx..

Naila hari said...

Tos.. mbak :). sama selera kita. Mmm.., pake keju? kebayang semerbak baunya saat dipanggang..

Anonymous said...

Halo mba.. saya afit, mau tanya ni, apakah di resep asli telurnya dipisahkan antara putih dan kuningnya..?

Pengen coba resep ini mba. Makasih sebelumnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...