Thursday, 10 January 2013

Nama bayiku Hanif


Hanif, aku ingin nama bayiku ini hanif. itulah kata yang terlontar dimulutku, saat perjalan pulang setelah mengetahui dari hasil USG bahwa jenis kelamin bayi yang aku kandung ini adalah laki-laki. Aku melakukan kontrol rutin ke dokter kandungan tepat kehamilan ku masuk bulan ke 5, kala itu adalah hari raya ke tiga idul fitri. Ya, semenjak itu aku selalu berbicara dengan bayi dalam kandungan ku ini dengan memanggilnya hanif. 

Tak ada yang pernah bertanya mengapa aku memberinya nama hanif. Bahkan suamiku sekalipun tak pernah menanyakan mengapa kok aku memilih nama hanif.

Hanif, adalah kata terindah yang pernahku dengar, tidak hanya indah dalam lafasnya tapi juga indah dalam maknanya. Aku mengenal kata ini pertamakali dari seorang teman kuliahku yang seorang jilbabber. Ia berkata, aik kenapa tidak memakai jilbab aja sekalian, aik tidak berpakaian ketat, sopan, sering shaum, tak pernah tinggal sholatnya, aik termasuk hanif, tapi kok ndak berjilbab.

Aku tersanjung, dan aku tak pernah memandang diriku semengagumkan ucapan kawanku itu, apalagi dengan istilah hanif, indah sekali kata-kata itu. Kata-kata itulah yang membekas hingga kini yang juga menjadi salah satu motivasiku untuk berhijab secara baik.

Nama itu ingin aku abadikan dalam akhlak anakku. Hanif, seorang yang lurus dalam menjalankan agamanya.

Tuesday, 8 January 2013

Resep sponge dengan teknik Chiffon cake

Penasan dengan pemikiran ku sendiri bagaimana jika resep sponge cake aku buat dengan teknik chiffon cake. Lalu aku coba modifikasi resep sponga cake coklat untuk base cake blackforest. Di bawah ini gambarnya aku ambil malam hari, hasil gambarnya kurang bagus..


Nah inilah hasilnya. Oh iya karena ini teknik chiffon maka saat pemanggangan gunakan api kecil, agar cake tidak terlalau mengembang saat di oven dan menciut drastis saat keluar oven.

Untuk tekstur cakenya lembab, halus, dan lembut mirip brownies kukus. Terlihat pori-pori yang dibentuk dari cake ini tidak sama dengan tipe sponge cake. Cake dengan teknik sponge memiliki remah yang kasar, kering, dan berpori banyak (ini salah satu penyebab aku kurang suka tipe sponge cake, kecuali yang mengunakan banyak kuning telur).

Aerasi yang hanya dibangun oleh putih telur dan gula, menghasilkan cake ini dengan rongga yang tidak sekokoh sponge cake yang aerasinya dibentuk oleh kuning dan putih telur. Apalagi aku mengunakan terigu protein rendah, lain kali aku coba pakai terigu protein sedang untuk menggunakan teknik chiffon pada resep sponge cake.

Jadi kesimpulan yang dapat aku tarik adalah perbedaan teknik aerasi, artinya dari bahan yang mana kita melakukan aerasi, akan menghasilkan tekstur cake yang berbeda. Butter cake memperoleh aerasi dari margarin dan gula, sponge cake dari telur utuh dan gula, dan chiffon cake dari puith telur dan gula. Teknik aerasi inilah yang mempengaruhi pembukaan struktur crumb atau tekstur cake. Kelembaban bahan yang digunakan juga mempengaruhi tekstur cake, seperti pengunaan cairan dan jumlah kuning telurnya (putih telur akan membuat cake lebih kering sedangkan kuning telur akan membuat cake lebih lembab). Cie..ilee... aku udah kayak pakar patiseri ajah...

Akhir kata.. jika cake ini dibuat berlapis dan diberi butter cream maka ia akan menciut, karena menahan beban cake lapisan atas dan butter cream.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...