Tuesday, 22 January 2013

Bingka Jagung lembut

Aku cari-cari resep bingka jagung kok nga ada di blognya foodie blogers indonesia ya, malah nemunya di bloger Malaisia, sama halnya dengan kue khasidah dan aluo tolo. Apakah karena kue melayu lebih populer di Malaisia ataukah karena Orang Melayu Riau melalui Pemerintah Prop. Riau tidak atau kurang mempopulerkan kue tradisional ini.

Padahal  di kalangan keluarga melayu riau kue ini merupakan kue yang wajib ada di setiap acara-acara perayaan. Mmmm, jadi khawatir suatu saat kue-kue melayu ini akan terkubur bersama si empunya resep jika tidak didokumentasikan. Juga tersebit keinginan belajar semua kue tradisional dari nenekku.


Oh iya. Ini resep bingka jagung ini:

Bahan:
6 butir telur
300 gr gula
250 gr terigu
1 kg jagung yang telah di parut
300 ml santan kental
50 ml juice pandan pati pekatnya
1/2 sdt vanili
1/2 sdt garam

Cara membuat :

Campur jagung dan terigu dalam satu wadah, aduk hingga tercampur rata. Lalu tambahkan santan dan air pandan.dimangkuk lain, aduk telur bersama gula dan garam hingga gula larut dengan mengunakan whisk.  Kemudian campurkan adonan telur ke adonan terigu. kemudian panggang dalam oven dengan api sedang.


Wednesday, 16 January 2013

Pizza enak: bisa garing, bisa lembut

Ketagihan bikin pizza sendiri nih ceritanya. Berhubung sisa bahan kemarin masih ada, sisa adonan roti yang kemarin aku simpan di kulkas, paprika, nenas, sosis sisa aku simpan di frezer, keju dan saos bolognese juga masih banyak. Ya udah langsung kebut bikin berhubung aku jam 1 siang harus ke Pekanbaru maka dengan cekatan aku langung siapkan tiga loyang dan langsung sekali batch ketiganya. Nah yang aku bikin kemarin bisa lihat di sini.


Ada yang beda dengan cara sebelumnya, dimana kali ini adonan roti yang telah dipipihkan dan ditaruh diloyang aku diamkan dulu 30 menit. Aku duga adonan yang langsung dipanggang setelah dipipihkan, tanpa didiamkan dulu mengembang kembali, yang menyebabkan roti menjadi sedikit keras setelah dipanggang. Ini karena tekstur yang padat dan tidak berongga dari adonan tersebut.

Kali ini aku juga bikin dua perlakuan, yang pertama, untuk dua loyang aku giling tipis rotinya, dan yang kedua, untuk satu loyang aku bikin agak tebal. aku ingin tau apakah yang tebal ini akan tetap lembut dan yang tipis akan tetap garing.

Mmmm hasilnya sesuai dugaanku. yang digiling tebal rotinya empuk dan lembut sedangkan yang tipis terasa sangat garing, mirip cracker, uenakkkk. Jadi kesimpulannya memang jika perut kita masih sanggup menahan untuk menunggu sebentar demi hasil yang lebih baik, maka bersabarlah (nasehat untuk dri sendiri, heheheh)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...