Saturday, 26 January 2013

Caramel n dulce de leche Apple Cake

Resep ini nemu di buku resep yang aku beli zaman masih SMU dulu, hampir 14 tahun yang lalu. Kini buku itu tampak lusuh, tidak bersampul sehingga aku nga tau resep di buku ini karangan siapa, tapi aku ingat sekali kalo ini adalah buku kumpulan resep Majalah Nova.

Aku juga modifikasi dikit resep cake ini. Di resep asli aerasi mengunakan soda kue, tapi aku pakai teknik creaming butter yaitu dengan mengocok margarin hingga lembut. Lalu aku juga tambahkan dulce de leche, yaitu susu kental manis yang dikaramelisasi, yang aku karamelkan bersama gula pasir. Ok, ini resepnya :

Bahan:
200 gr gula pasir
50 cc air
200 gr margarine
6 butir telur
200 cc susu kental manis
250 gr tepung terigu
1 sdt soda kue (aku : nga pakai)
150 gr apel, parut kasar (aku ; 230 gr)

Cara membuat versi aku:
Pertama kali buat karamelnya, lelehkan gula dengan api kecil hingga berwarna kecoklatan lalu masukkan susu kental manis aduk hingga tercampur rata dengan caramel gula dan berwarna coklat lalu masukkan air, aduk rata, dinginkan di suhu ruang.
Olesi dengan mergarin dan tepung loyang 20x20 cm. Kocok margarine hingga creamy masukkan caramel yang telah dingin kocok hingga caramel tercampur rata, lalu masukkan telur satu per satu. Kemudian masukkan terigu secara bertahap mixer sebentar dengan speed rendah agar tidak terbentuk gluten. Lalu masukkan apel. Nah karena aku lagi-lagi bikinnya buru-buru kelupaan marut apelnya, huhu,,,.  Tuang dalam loyang dan oven dengan api sedang hingga matang.

Hasilnya: karena kelupaan marut apelnya, jadinya tekstur cake rada padat. Meski tetap lembut dan enak, tapi mestinya cake ini bisa lebih lembut lagi jika apelnya di parut . Yah, nga apalah. Mmmm.. wangi karamelnya mengingatkanku pada kue cake australi andalan nenekku. Mencium aroma kue ini membawaku pada suasana hari pertama idul fitri, karena kue nenekku telah siap nangkring di meja makan yang harumnya memenuhi ruangan. Ok, overall cake ini cukup enak…

Maksuba: eksperimen I

Dulu sekali, sewaktu zaman masih kuliah, ada teman satu kosanku Orang Palembang. Saat habis liburan idul fitri, kakak ini selalu membawakan oleh-oleh khas Palembang, mulai dari mpek-mpek, kue delapan jam, dan maksuba. Semuanya enak-enak. Seumur-umur aku coba kue yang manis adalah aluo tolo, eh ternyata ada yang lebih manis lagi, maksuba. Kuenya berlapis, lembut, dan pada potongan ke tiga akan mulai eneg makannya.  Namun kue ini ngangenin, jadilah aku sekarang mulai coba bikinnya dan seperti biasa modifikasi resepnya.

Karena ini uji coba pertama, aku takut pake sampe 20 telur, dan juga aku ingin mengurangi kesan berat (baca: terlalu berlemak) dari kue ini, maka aku hanya mengunakan 5 telur dan mengunakan tepung terigu. Duh marah nga ya Mak-subanya, aku terlalu lancing mengobrak-abrik resepnya. 

Pada dasarnya resep kue delapan jam dan maksuba sama hanya saja maksuba dipanggang dan dibuat berlapis sementara kue delapan jam dikukus. Untuk resep ini aku mengunakan resep kue delapan jam yang aku lihat di buku cake klasik karangan Yeni Ismayani. Berikut ini resep yang udah aku modifikasi:

Bahan:
4 butir telur ayam
1 butir telur bebek
150 gr gula pasir
80 gr margarine, lelehkan
½ sdt vanilla bubuk
60 ml susu cair
200 gr susu kental manis
1 bungkus agar-agar
1 sdm tepung maizena
2 sdm tepung terigu

Cara membuatnya:
Kocok gula, vanilla, bersama telur hingga gula larut. Kemudian di wadah lain campur susu kental manis, susu cair dan agar-agar, tepung maizena, dan tepung terigu, lalu aduk hingga tercampur rata lalu tambahkan sedikit sedikit campuran telur, aduk rata dan tercampur semua. Panaskan oven dengan api sedang. Gunakan Loyang 20x20 cm olesi margarine trus alasi kertas roti dan olesi lagi margarine. Masukkan adonan hingga menutupi dasar Loyang, sambil hitung berapa sendok takarannya untuk acuan lapisan kedua. Panggang hingga bagian atas berwarna coklat, gunakan api atas. Setelah itu keluarkan Loyang tusuk bagian yang mengelembung dengan tusuk gigi lalau tekan dengan sendok, lanjutkan ke lapisan kedua lalu ke tiga dan seterusnya.

Hasilnya: hangus di lapisan ke dua, karena aku ngerjainnya nyambi ngetim bubur hanif eh kelupaan kuenya masih di oven, walah hangus, hitam legam. Trus aku kopek yang hangus dan dilapisi lagi. Evaluasi berikutnya, pengunaan agar-agar untuk resep ini kurang cocok karena menghasilkan tekstur kue yang agak keras, lain halnya jika di kukus mungkin akan cocok. 

Karena proses pemanggangan menyebabkan berkurangnya kadar air pada kue, maka pengunaan agar-agar ini lah yang menurutku memberi kontribusi pada tekstur cake yang agak keras. So, lain kali jangan pernah pakai agar-agar ya bikin kue maksuba (ngingatin diri sendri..). Trus, aku juga kebanyakan mengunakan margarinnya sehingga kue ini rada berminyak. Trus, loyang yang digunakan juga kebesaran lain kali aku gunakan loyang 10x20 cm aja, pada gambar lapisnya aku tindih 3 lapis makanya terlihat tinggi biar enak dilihat gitu, hehehe,,,,. Trus, lain kali nyoba lagi, nga ada kata kapok dikamus perbakinganku.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...